Rabu, 25 Desember 2013

Puisi "PEMBANGUNAN DALAM NOTA"


oleh : Muh.Nasrillah

Pembangunan jangka panjang dalam nota
Nota yang ditulis oleh orang orang bersahaja
Berjas mewah dengan kemeja dan dasi yang tinggi harganya

Semua rakyat menginginkannya
Tapi tak berarti dengan derita yang melanda
Penggusuran rumah rumah
dengan dalih pembangunan nasional yang mewah


Buldozer datang meratakan rumah para warga
Ditemani petugas yang senantiasa menggoda
Kadang dengan keras kadang juga dengan kata
Para penghuni rumah marah
Mengapa harus mereka yang merana
Mereka berteriak seadanya
Tapi sang pemilik nota masi saja sibuk
menghisap cerutu yang tak ada habisnya

Pembangunan jangka panjang dalam nota
Nota yang dituliskan tanpa hati dan jiwa
Para penghuni jalan diangkat kedalam mobil dengan paksa
dengan sedikit tendangan pada bokongnya

Beberapa dari merek lari
Tak ingin berakhir dalam panti yang naif
Ada yang jatuh di selokan zaman
Ada juga yang jatuh di comberan peradaban

Sang pemilik nota tak tahu rasanya
hidup sebagai penghuni jalan
Tiap hari beratapkan langit tak bersahabat
beralaskan tikar yaang tak kunjung hangat
Sang pemilik nota hanya tahu
"mereka yang menghalang pembangunan
adalah sampah peradaban
mereka tak pantas hidup dalam zaman yang terus berkembang"

Pembangunan jangka panjang dalam nota
Nota yang berakhir di mulut para penguasa

                                            makassar, 25 desember 2013

Sabtu, 21 Desember 2013

Puisi " WANITA DAN ANAKNYA"

12 meter dari tanah tempat ku berdiri
ku saksikan kau menggenggam tangan anakmu
ditangan kiri kau genggam harapan
Ditangan kanan kau genggam cita cita
Kau bawa anak mu berkeliling sekitar
Mencari tumpukan harapan
Sisa orang orang yang berjalan dalam roda kehidupan

satui persatu harapan kau ambil
satu persatu juga gelisah kau tepis

rembutmu mulai kumal tak terurus
bagitu juga rambut anakmu
anak mu menangis
anak mu teriris tajamnya kehidupan
anak mu menjerit
kau hanya marah seadanya

putaran waktu adalah realita dalam bingkai kehidupan
kau hanya sudut sudut bingkai itu
kau bukan isi dalam bingkai

kau bukan pemeran utama dalam drama ini
kau hanya figuran yang sewaktu waktu
bisa mati oleh sutradara

dalam pikirmu aku tahu kau menjerit
jeritan itu terdengar sembari tangisan anakmu yang menggelegar

kini kau jauh
tapi tangisan anakmu masih terdengar
ditelinga para pemimpinku

                                    makassar, 21 desember 2013

Jumat, 20 Desember 2013

Puisi "TABUNG SANDIWARA INDONESIA"



Oleh : Muh.Nasrillah

Embun pagi menyelinap ditengah tengah pepohonan rindang
Cahaya mentari masuk membiaskan keindahannya
Dari timur ku saksikan keindahan itu
Namun
Disisi barat semua tak sama
Berjuta jiwa hidup dalam sengsara
Hidup beralaskan tanah
Beratapkan langit tak berdaya

Ku saksikan dalam tabung sandiwara
Para artis dengan kebohongan mereka
Dengan bangga mengumbarkan kisah
Tapi berujung pisah
Ada yang bercerai
Ada juga yang saling hujat menghujat

Ku saksikan lagi dalam tabung sandiwara
Para politisi dengan kemunafikan mereka
Atas nama rakyat
Mengumbar slogan slogan murahan
Menampakkan tingkah laku hina

Aah dunia memang berubah
Indonesia negeri yang ku cinta
Penuh dengan keindahan surga

                           Makassar, 20 desember 2013

Puisi "MENCARI JAWABAN"


Oleh : Muh.Nasrillah

Apakah salah kubertanya pada dunia
Mencari jawaban atas ketidaktahuanku
Mencari jawaban yang selama ini terpendam dilogikaku

Jika manusia hidup hanya untuk terhina
Tak ada lagi insane yang akan menerima
Dilahirkan dari rahim sang bunda

Ku coba mencari jawaban atas pertanyaanku
Ku menelusuri lorong lorong gelap kota
Merangkak lewat selokan selokan hina
Menyusuri sungai yang berlimbah manusia
Tapi tetap saja tak ku temukan jawaban

Ku coba mencari jawaban atas pertanyaanku
Ku lewati lembah lembah sunyi
Kumasuki hutan hutan yang ramai
Oleh makhluk makhluk bisu
Tapi tetap saja tak ku temukan jawaban

Kini ku Tanya pada pemimpin negeriku
Dan ku temukan jawaban mereka
Jawaban yang tak memuaskan ku
Mereka hanya bilang
“semua baik baik saja asal kita tenang menghadapinya”
Bukan itu jawaban atas pertanyaanku

Selama ini aku mencari
Tapi
Selama itu juga aku bodoh
Karena jawaban itu tak pernah ada
Karena hanya Tuhan yang mengerti

                                                         Makassar, 20 desember 2013

Kamis, 19 Desember 2013

Puisi "KOTA DI UJUNG SENJA"

Oleh : Muh.Nasrillah

Aku berjalan seiring hembusan angin
Hingga aku sampai pada sebuah kota
Orang orang berjalan seiring putaran kehidupan
Mahasiswa bersorak sorak di jalan
Melantunkan nyanyian nyanyian demokrasinya
            
10 meter dari mereka
Aku menyaksikan ironi kehidupan
Anak anak berjualan Koran
Dibawah jembatan layang yang angkuh
Pengamen dengan lagu merdu
Menghiasi angkot yang berhenti di lampu merah

Aku masih berjalan seiring hembusan angin
Dan sampai pada suatu tempat
Tempat para koloni merampas kehidupan pribumi masa lampau
Aku terus berjalan seiring hembusan angin
Dan aku sampai di tepian pantai
Tempat para pelancong bercengkrama
Mengabadikan momen bersahaja dan gembira
            
Ya ini lah dia
Kota yang aku impikan
Kota di ujung senja


Losari, 24 oktober 2013

Puisi "DOA UNTUK TUHAN"


oleh: Muh.Nasrillah

Dibawah sinar rembulan putih
Kusebut namaMu dalam ketiadaanku
namaMu yang penuh keindahan
dalam relung hati yang selalu menjerit

adakah surga untukku
adakah tempat yang indah disisi ku
ketika kerusakan menimpa setiap sudut hati yang gelap
tak sedikit pun cahaya merasuki

wahai pemilik alam
dalam linangan air mata
hamba mu selalu berdoa
penuh sesak didalam dada
yang ingin meledakkan dosa
            
wahai pemilik waktu
aku menyaksikan pertikaian penuh darah
pembantaian di timur tengah
perusakan iman di rohingya
pemenjaraan iman dimana mana

aku menyaksikan semua
dengan slogan slogan politik dan agama
membantai semua yang tak sama
ya Allah inilah dunia
penuh orator orator kejam
berdiri di podium podium rakyat yang tersingkir
menyuarakan keadilan keadilan yang nihil
            
ya Allah Tuhanku maha adil
hanya engkau tempat yang tepat
pengadilan yang jujur tak berpihak
kami memohon dalam doa
jadikan kami hamba yang berguna


mesjid ukhuwah islamiyah, 11 juli 2013

Puisi "MIMPI TAK ISTIMEWA"

oleh : Muh.Nasrillah

Aku berdiri di tengah kehampaan dunia
Menatap ke ufuk barat
Dengan senja yang penuh jingga
Ingatan ku berbalik pada suatu peristiwa
Dimana si kecil lugu tak punya orang tua
Berjalan di tengah gang yang sepi
Keluar menuju lorong sempit tanpa cahaya

Hidupnya tak seimbang         
Tujuannya tak terbaca
Mimpinya tak istimewa
Hanya mengharapkan kasih orang tua
Yang telah lama meninggalkannya
Bersama dunia yang kelam
Dan hawa malam yang sewaktu waktu
Bisa menusuk jantungnya

Mimpinya tak istimewa
Hanya mengharapkan kebersamaan
Ditengah tengah Negara yang porak poranda
Tak memperdulikan nasibnya
Mimpinya tak istimewa
Hanya mengharapkan selimut kasih hangat
Yang menyelamatkannya dari dingin sang malam

Aku tahu semua mimpinya tak istimewa
Dan baginya
Semua mimpi itu tak ada
Sungguh kau si kecil yang malang
Hanyut bersama kilauan sang bintang


Benteng Rotterdam, 23 oktober 2013

Rabu, 18 Desember 2013

Puisi " Zaman Edan"


oleh : Muh.Nasrillah

Kulihat dipersimpangan jalan
Ditrotoar jalan yang penuh kebisingan
Dilampu merah yang penuh kemunafikan
Orang orang hidup tertatih dalam lingkaran

Kucoba menyapa mereka
Dan ku temukan alasan
Mengapa mereka hidup dalam lingkaran itu

Ini bukanlah hidup yang sesungguhnya
Mereka bisa kaya itu tak apa
Mereka bisa miskin itupun tak mengapa
Karena hidup sesungguhnya adalah
ketika manusia sudah mampu
menyadari eksistensi hidup mereka yaitu memberi dan diberi

Aku tak bisa menjangkau alam pikirnya
karena yang kutahu
Masih banyak manusia yang hidup dalam kemunafikan
hidup dalam kesombongan yang tak berarti apa apa
hidup dengan solgan slogan kebohongan mereka
yang menjerumuskan mereka kedalam liang lahatnya sendiri

zaman edan telah datang
zaman dimana hakikat hidup tak lagi diutamakan
zaman yang telah merubah peradaban

                                     
                                       makassar, desember 2013
Yuk...TINGGALKAN KOMEN ANDA