Kamis, 19 Desember 2013

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Belajar tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia terutama bagi siswa siswa yang menempuh pendidikan formal. Adapun faktor faktor yang mempengaruhi seorang individu dalam belajar beragama jenisnya. Akan tetapi Faktor faktor itu dapat digolongkan menjadi dua yaitu faktor internal(dari dalam) dan faktor eksternal(dari luar)

Berikut ini Slameto menguraikan kedua faktor faktor tersebut antara lain :
A. Faktor Internal
     Faktor internal ini terbagi kedalam beberapa bagian antara lain :

1. Faktor jasmaniah
  a. Faktor kesehatan
     Faktor kesehatan merupakan faktor utama yang mempengaruhi seseorang dalam belajar. Proses belajar akan terganggun jika kesehatan seseorang terganggu. Orang tidak akan fokus belajar jika kesehatan mereka terganggu.

  b. Cacat tubuh
     Siswa yang memiliki cacat pada tubuhnya akan mengalami kesulitan dalam mengikuti proses belajar. Cacat itu berupa buta, tuli, patah kaki dan lain sebagainya. Biasanya orang yang memiliki cacat pada tubuhnya akan menempuh pendidikan pada lembaga pendidikan khusus

2. Faktor psikologis
  a. intelegensia
     Intelegensia sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Dalam hal ini seseorang yang memiliki intelegensia yang rendah akan sulit menyesuaikan diri dengan orang yang memiliki intelegensia tinggi begitu pun sebaliknya.

  b. Perhatian
      Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itupun semarra mata tertuju pada suatu objek atau sekumpulan objek. Agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik dibutuhkan pelajaran yang mampu merebut perhatian siswa entah itu dari segi materi, alat peraga dan lain lain.

  c. Minat
     Minat seseorang terhadap mata pelajaran tertentu sangat mempengaruhi proses belajar. Jika seorang siswa memiliki minta tinggi terhadap suatu mata pelajaran dia akan mencurahkan perhatian yang penuh terhadap mata pelajaran itu, begitupun sebaliknya.

  d. Bakat
      Jika bahan pelajaran yang dipelajari oleh siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam mengikuti pelajaran itu

  e. Motif
     Motif erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Didalam menentukan tujuan itu dapat disadari atau tidak , akan tetapi mencapai tujuan itu perlu berbuat sedangkan yang menjadi sebab berbuat adalah motif itu sendiri sebagai daya penggerak.

  f. Kematangan
     Kematangan adalah suatu tingkatan dalam pertumbuhan seseorang, dimana alat alat tubuhnya sudah siap untuk melakukan kecakapan baru. Misalnya anak dengan kakinya sudah siap untuk berjalan, tangan dengan jari jarinya sudah siap untuk menulis, dengan otaknya yang sudah siap untuk berpikis abstrak dan lain lain.

  g. Kesiapan
      Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi. Kesediaan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan denga kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan

3. Faktor Kelelahan
    Kelelahan dalam ini dapat dibagai menjadi 2 yaitu kelelahan yang bersifat jasmani dan rohani. Dari segi jasmani dapat dilihat dari lemahnya tubuh dan timbul kecenderungan untuk  membaringkan tubuh. Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya rasa kebosanan dan kelesuan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang.

B. Faktor Eksternal
     Faktor eksternal ini dapat digolongkan menjadi 3 faktor yaitu sebagai berikut :
1. Faktor keluarga
   a. Cara orang tua mendidik
    Orang tua sudah menjadi faktor yang sangat penting dalam keberhasilan seorang anak dalam belajar. Orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan anaknya akan menyebabkan anaknya kurang berhasil dalam proses belajar. Cara mendidik anak dengan memanjakannya merupakan cara mendidik yang kurang baik. Orang tua yang terlalu kasihan terhadap anaknya yang tak sampai hati untuk memaksa anaknya untuk belajar akan menyebabkan anak mereka kurang berhasil dalam belajarnya

   b. Relasi antar keluarga
      Relasi antar keluarga yang terpenting adalah relasi antar orang tua dan anaknya. Selain itu relasi antar sodara atau dengan anggota keluarga yang lain turut mempengaruhi belajar anak.
   
   c. Suasana rumah
     Suasana rumah yang gaduh dan berisik akan mempengaruhi belajar sang anak. Oleh karena itu rumah yang tenang menjadi tempat yang paling baik belajar sang anak.
   
   d. Keadaan ekonomi keluarga
      Keadaan ekonomi anak erat hubungan dengan belajar anak. Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, misal makan, pakaian, perlindungan kesehatan dan lain lain , juga membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar, meja belajar, kursi, penerangan, alat tulis menulis, dan lain lain. Fasilitas itu hanya akan terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang.

   e. Pengertian orang tua
      Anak belajar perlu pengertian orang tua. Contohnya jika seorang anak sedang belajar mereka tidak boleh ditugaskan untuk mengerjakan tugas tugas rumah. Oleh sebab itu pengertian orang tua sangat diperlukan untuk keberhasilan belajar anak.

   f. Latar belakang kebudayaan
      Tingkat kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Perlu kepada anak ditanamkan kebiasaan kebiasaan yang baik agar mendorong mereka untuk bersemangat dalam belajar.

2. Faktor sekolah
   a. Metode mengajar
      Metode mengajar guru sangat mempengaruhi keberhasilan anak dalam mengajar. Seorang guru yang hanya menggunakan metode ceramah dalam  mengajarnya akan sulit mendapatkan hasil belajar anak yang baik. Oleh sebab itu guru membutuhkan metode mengajar yang dapat membangkitkan gairah belajar anak didiknya
   
   b. Kurikulum
       Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kurikulum yang baik sangat menentukan keberhasilan belajar anak didik. Oleh sebab itu dibutuhkan kurikulum yang sesuai dengan keadaan anak didik.

   c. Relasi guru dengan siswa
      Proses belajar terjadi antara guru dengan siswa. Proses tersebut juga dipengaruhi oleh relasi seorang guru dengan siswa. Siswa akan menyukai guru yang menurut mereka baik begitupun sebaliknya. Oleh sebab itu relasi antara guru dan siswa harus berjalan dengan baik

   d. Relasi siswa dengan siswa
       Selain relasi guru dengan siswa relasi antara siswa dengan siswa perlu berjalan dengan baik. Siswa yang memiliki tingkah laku yang kurang menyenangkan akan dihindari oleh teman teman lainnya.Oleh sebab itu guru perlu mengetahui relasi yang terjadi antara siswa

   e. Disiplin sekolah
       Kedisiplinan sekolah sangat erat kaitannya dengan  kerajinan siswa dalam sekolah dan juga dalam belajar. Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar dnegan melaksanakan tata tertib, kedisiplinan pegawai, dan lain lain.

   f. Alat peraga
      Alat peraga erat hubunganny dengan cara belajar siswa, karena alat peraga yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa untuk menerima bahan yang diajarkan itu. Alat peraga yang lengkap dan menarik akan memperlancar jalannnya proses belajar mengajar

   g. Waktu sekolah
       Waktu sekolah juga sangat mempengaruhi keberhasilan seorang anak dalam belajar. Waktu belajar disekolah terbagi menjadi dau yaitu pagi dan siang. Pada siang hari biasanya siswa akan cepat mengalami kelesuhan karena siang hari biasanya digunakan untuk beristirahat.

   h. Standar pelajaran di atas ukuran
      Guru berpendidikan untuk mempertahankan wibawanya perlu memberi pelajaran diatas ukuran standar. Akibatnya siswa merasa kurang mampu dan takut kepada guru

   i. Keadaan gedung
      Keadaan gedung sekolah juga sangat mempengarhui siswa dalam belajar. Gedung yang mempunyai pentilasi yang kuraang baik akan mempengaruhi siswa ketika belajar. Oleh sebab itu dibutuhkan gedung sekolah yang baik untuk berlangsungnya proses belajar.

   j. Metode belajar
      Biasanya banyak siswa yang belajar dengan metode yang salah. Dalam hal ini guru perlu membimbing siswa agar metode belajar yang digunakan siswa sesuai dengan keadaan individu siswanya.

   k. Tugas rumah
       Waktu belajar terutama adalah disekolah, disamping untuk belajar waktu dirumah biarlah digunakan untuk kegiatan kegiatan lain. Maka diharapkan guru jangan terlalu banyak memberikan tugas rumah kepada siswa.

3. Faktor masyarakat
   a. Kegiatan siswa dalam masyarakat
        Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat menguntungkan terhadap perkembangan pribadinya. Tetapi jika kegiatan siswa dalam masyarakat itu memiliki dampak negatif maka siswa akan ikut terbiasa melakukan kegiatan yang negatif pula begitupun sebaliknya

   b. Mass media
       Yang termasuk mass media  dalam hal ini adalah bioskop, radio, televisi, surat kabar, majalah dan lain lain. Mass media yang baik akan memberikan pengaruh yang positif bagi seorang anak begitupun sebaliknya.

   c. Teman bergaul
       Pengaruh pengaruh dari teman bergaul lebih cepat masuk dalam jiwa seorang anak. Oleh sebab itu perlu kontrol dari orang tua mengenai teman bergaul analnya. Agar perkembangan anak itu dapat diarahkan kepada hal hal yang positif dan mampu meningkat keberhasilan siswa dalam belajar.

   d. Bentuk kehidupan masyarakat
       Masyarakat menjadi faktor yang sangat mempengaruhi seorang anak dalam belajar. Pengaruh pengaruh yang negatif dari masyarakt sebisa mungkin dihindarkan dari kehidupan anak  
   



Sumber referensi :

Slameto.2010. Belajar Dan Faktor Faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta: Penerbit Rineka Cipta 

Minggu, 15 Desember 2013

Tugas Pengajar dan Prinsip Mengajar

Menjadi seorang guru bukan sesuatu yang mudah. Dibutuhkan keterampilan dalam melakoni pekerjaan sebagai guru. Oleh sebab itu di indonesia beberapa lembaga pendidikan membuka  jurusan yang di khususkan untuk menghasilkan guru guru yang berkualitas. Selama ini kita hanya menemukan guru guru yang menyampaikan materi pembelajarannya hanya dengan metode ceramah saja. Padahal begitu banyak model pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Tugas seorang guru bukan hanya mentransfer pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didik, akan tetapi lebih dari itu. Guru diharapkan mampu membimbing siswa dalam proses pembelajar

Menurut Daryanto dan Rahardjo (2012) pengajar memiliki tugas antara lain : 
  1. Metransfer informasi atau pengalaman kepada peserta didik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dengan menggunakan strategi yang tepat.
  2. Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga negara yang baik sesuai dengan undang undang
  3. Membimbing dan menjadi perantara peserta didik untuk mencapai kedewasaan
  4. Menjadi penghubung antara lembaga pendidikan, masyarakat maupun lapangan kerja dalam usaha mempengaruhi perubahan perilaku
  5. Mengakkan kedisiplinan
  6. Menjadi manager dalam kaitannya dengan lembaga Diklat
  7. Memimpin peserta didik dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan
  8. Merencanakan dan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan
  9. Mengevaluasi hasil dan pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan
Sangat diharapkan seorang pengajar mengetahui tugas tugas nya. Bukan hanya sebagai seorang yang  hanya mentransfer pengetahuannya  saja kepada peserta didik. Seorang pengajar membutuhkan kecakapan dalam memahami karakter peserta didiknya. Oleh sebab itu seorang pengajar harus mengetahui prinsip prinsip dalam mengajar.

Prinsip prinsip dalam mengajar menurut Slameto (2010) antara lain :
1) Perhatian
    Didalam mengajar guru harus mampu mengembangkan perhatian siswa terhadap mata pelajran yang diajarkan. Perhatian siswa akan lebih besar jika sesuai dengan minat dan bakatnya masing masing.
2) Aktivitas
    Dalam proses pembelajaran aktivitas siswa harus ditingkatkan oleh guru. Jadi siswa tidak hanya monotn mendengarkan ceramah oleh guru akan tetapi siswa harsu aktif dalam mengikuti pembelajaran. Aktivitas yang dimaksud seperti bertanya, berdiskusi, menjawab pertanyaan guru dan aktivitas lainnya yang bermanfaat bagi terlangsungnya proses pembelajaran
3) Apersepsi
    Setiap guru harsu mampu mengaitkan materi pelajaran dengan pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa. Biasanya apersepsi ini dilakukan pada kegiatan awal pembelajaran.
4) Peragaan
 Dalam proses pembelajaran guru harus mampu membawakan materi pelajaran dengan dengan menggunakan benda benda yang nyata. Tidak hanya dijelaskan begitu saja tanpa memperlihatkan wujud asli. Setidaknya guru memberikan gambar kepada siswa untuk menunjukkan bentuk benda aslinya
5) Repetisi
     Mengulang ngulang materi pelajaran merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh guru. Karena ingat siswa sangatlah terbatas dalam mengingat sesuatu
6) Korelasi
    Seorang guru harus memperhatikan keterkaitan antara satu mata pelajarna dengan mata pelajaan yang lain. Dalam kehidupan semua mata pelajaran sangat terkait satu sama lain. 
7) Konsentrasi
    Hubungan antara mata pelajaran dapat diperluas, mungkin dapat dipusatkan kepada salah satu pusat minat sehingga siswa memperoleh pengetahuan secara luas dan mendalam
8) Sosialisasi
    Pada kenyataannya manusia membutuhkan sosialisasi dengan manusia lainnya. Sama halnya dengan siswa. Sosialisasi antar siswa perlu diperhatikan. Sosialisasi biasanya tercipta jika seorang guru menggunakan metode kerja kelompok dalam pembelajaran. Dengan kerja kelompok siswa akan terlatih untuk melakukan sosialisasi dengan teman temannya
9) Individualisasi
    Secara umum siswa memiliki karakter yang berbeda beda. oleh sebab itu guru harus mampu membimbing siswa berdasarkan karakter masing masing.
10) Evaluasi
     Setiap proses belajar sangatlah dibutuhkan evaluasi untuk melihat sejauh mana kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa

Setelah mengetahui prinsip prinsip dalam mengajar, seorang guru harus mampu mengembangkan kualitas proses belajar dalam kelas. Sehingga kualitas dan tujuan pendidikan dapat tercapai.


sumber :
Slameto.2010.Belajar dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya.Jakarta; Penerbit Rineka Cipta

Daryanto & Rahardjo.2012.Model Pembelajaran Inovatif.Yogyakarta: Penerbit Gava Media
    

Jumat, 13 Desember 2013

DEFINISI MENGAJAR



Guru merupakan salah satu elemen penting untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Guru adalah faktor penentu tercapainya keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu dibutuhkan guru yang tidak saja menyalurkan pengetahuannya dengan hanya satu metode mononton saja tetapi harus mampu melakukan pengajaran yang membuat siswa terlibat secara aktif. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing yang berusaha menciptakan proses kondisi belajar yang menyenangkan bagi siswa nya.

Menurutu Daryanto dan Raharjo (2012: 1) mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa hingga ia mau belajar. Dengan demikian aktifitas siswa sangat dibutuhkan dalam  belajar mengajar.

Mengajar bukanlah tugas yang mudah bagi seorang guru. Guru harus mampu menghadapi sekumpulan siswa yang memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda. Oleh karena itu guru membutuhkan suatu proses pengajaran yang mampu menyatakun sekumpulan karakter yang berbeda itu. Diharapkan setelah proses belajar siswa mengalami perubahan didalam dirinya baik itu dari segi kognitif, afektif, dan psikomotoriknya.

Berikut ini adalah teori teori mengajar yang dikaitkan dengan defenisi mengajar menurut Slameto (2010) antara lain :
1. Defenisi lama : mengajar ialah penyerahan kebudayaan berupa pengalaman pengalaman dan kecakapan kepada anak didik. Atau usaha mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi berikut sebagai generasi penerus. Dalam hal ini bisa dilihat dalam proses belajar mengajar yang monoton. Siswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru tanpa mengelolanya sedemikian rupa. Hal ini terjadi ketika guru hanya menggunakan metode ceramah dalam pengajarannya.
2.   Defenisi dari DeQueliy dan Gazali : mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Dalam hal ini pengertian waktu yang singkat sangat penting. Guru menghadapi siswa yang berbeda karakter setiap individunya. Jadi dibutuhkan pelayanan yang berbeda pula.
3.  Definisi yang modern dinegara Negara yang sudah maju : mengajar adalah bimbigan kepada siswa dalam proses belajar. Dalam hal ini yang harusnya aktif adalah siswa sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswa
4. Kilpatrik : menunjukkan definisi mengajar yang tegas dengan pemikiran pada gambaran perjuangan hidup manusia. Definisi Kilpatrik tesebut ialah dengan menggunakan metode problem solving anak, siswa dapat mengatasi kesulitan kesulitan di dalam hidupnya. Setiap siswa akan mengalami persoalan atau masalah dalam hidupnya. Oleh karena itu problem solving akan sangat dibutuhkan oleh seorang guru untuk diajarkan kepada siswa agar nanti nya siswa mampu mengatasi masalah yang akan dihadapinya diluar sekolah
5.  Alvin W Howard : menurut Alvin mengajar adalah suatu aktifitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals, appreciations, dan knowledge.
6.     A. Morisson D.Mc. Intyre : memberikan definisi mengajar adalah aktifitas personal yang unik. Dalam mengajar dapat membuat kesimpulan kesimpulan umum yang tidak beguna, keberhasilan dan kejatuhannya samar samar, dan sukar diketahui juga berlangsungnya teknik belajar yang tidak dapat untuk dijelaskan.
7.    John R. Pancella, pendapatnya tentang mengajar adalah : mengajar dapa dilukiskan sebagai membuat keputusan dalam interaksi, dan hasil dari kepuusan guru adalah jawaban siswa atau sekelompok siswa, kepada siapa guru berinteraksi.
8.  Bagi Mursell, mengaja digambarkan sebagai mengorganisasikan belajar, sehingga dengan mengorganisasikan itu belajar menjadi berarti atau bermakna bagi siswa.
9.  Waini Rasyidin , mengajar yang dipentingkan ialah adanya parttisipasi guru dan siswa satu sama lain. Guru merupakan kordinator yang melakukan aktifitas dalaam interaksi sedemikian rupa sehingga sisiwa belajar seperti yang kita harapkan.

Demikian lah teori mengajar yang berdasarkan dari definisinya. Para guru atau calon guru dapat mengambil dan membanding bandingkan diantara beberapa pengertian  mengajar diatas dan mengambilan definisi mengajar itu yang sesuai dan diterapkan dalam proses belajar mengajar dikelas.



Sumber Referensi :

Daryanto & Rahardjo.2012.Model Pembelajaran Inovatif.Yogyakarta: Penerbit Gava Media


Slameto.2010.Belajar dan Faktor Faktor Yang Mempengaruhi.Jakarta: PT Rineka Cipta

Teori Teori Belajar


Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku akibat adanya interaksi antara individu dengan lingkungan nya. Dunia pendidikan tidak akan pernah lepas dengan proses belajar. Oleh karenaa itu proses belajar sangat perlu diperhatikan oleh pelaku dunia pendidikan baik itu guru, maupun tenaga pendidik lainnya.
Adapun beberapa teori teori belajar menurut Slameto (2010) antara lain :
1.      Teori Gestalt
        Prinsip belajar menurut teori gestalt antara lain 
        a.  Belajar berdasarkan keseluruhan
        b.  Belajar adalah suatu proses perkembangan
        c.   Siswa sebagai organisme keseluruhan
        d.  Terjadi transfer 
        e.  Belajar adalah reorganisasi pengalaman
         f.  Belajar harus dengan insight
        g.  Belajar lebih berhasil bila berhubungan dengan minat, keinginan, dan tujuan siswa
        h.  Belajar berlangsung secara terus menerus

2.      Teori belajar menurut J Bruner
Menurut bruner belajar tidak untuk mengubah tingkah laku seseorang tetapi untuk mengubah kurikulum sekolah menjadi sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar lebih banyak dan mudah. Bruner berpendapat  bahwa alangkah lebih baik jika sekolah menyediakan kesempatan bagi tiap siswa untuk maju dengan cepat sesuai dengan kemampuan siswa dalam mata pelajaran tertentu

3.      Teori belajar dari Piaget
      Piaget berpendapat perkembangan proses belajar pada anak anak adalah sebagai berikut :
a.  Anak mempunyai struktur mental yang berbeda dengan orang dewasa. Seorang anak bukan lah orang dewasa yang bertubuh kecil. Dalam melayani proses belajar anak memerlukan cara yang khusus dan berbeda dengan orang dewasa. 
b.   Perkembangan mental pada anak melalui tahap tahap tertentu menurut suatu urutan yang sama bagi semua anak
c. Walaupun berlangsungnya tahap tahap perkembangan itu melalui suatu urutan tertentu, tetapi jangkah waktu untuk berlatih dari satu tahap ketahap yang lain tidaklah selalu sama pada setia anak
d.   Perkembangan mental anak dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu
     1.   Kemasakan
     2.   Pengalaman
     3.   Interaksi social
     4.  Equilibration (proses dari ketiga factor di atas bersama sama untuk membangun dan                  memperbaiki struktur mental
e.   Ada 3 tahap perkembangan yaitu 
     1.  Berpikir secara intuitif  + 4 tahun
     2.  Beroperasi secara konkret  +  7 tahun
     3.  Beroperasi secara formal +  11 tahun

4.      Teori dari R Gagne
        Terhadap masalah belajar Gagne memberikan dua definisi yaitu :
a. Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku
b.  Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari intruksi


Sumber referensi :


Drs. Slameto.2010.Belajar dan faktor faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Penerbit  Rineka Pustaka
Yuk...TINGGALKAN KOMEN ANDA